PAS sendiri langgar sumpah dan baiah yang diucapkan..
Bsumpah dan baiah PAS
Bahawa saya berikrar untuk patuh kepada hukum Allah dan Rasul-Nya dan patuh kepada arahan pucuk pimpinan parti.
Sumpah baiah pas yang melanngar hukum allah dan rasul
1. Surah 5:8
Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang menegakkan keadilan kerana Allah, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, kerana adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan
Mereka berlaku tak adil pada musuh politik dan DAP
2.Al-Hujuraat 49:11
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain; dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah ia beriman. Dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim.
Kebencian ,cemuhan,kutukan,merendahkan kerajaan dan terhadap DAP dan kersjaan sekarang bertentangan dengan sueah diatas.
3. Tak tabayun dan anggap fitnah sebagai fatwa kes Fitnah DAP hingga kena membayar saman.
Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini - dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) - sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.
(Al-Hujuraat 49:6
4. Suka bertengkar dan berbalah sesama islam dan berpuak puak
Bertengkar Umpama Orang Gila Yang Dirasuk Syaitan
عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجُلَانِ يَسْتَبَّانِ فَأَحَدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ وَانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ لَوْ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ فَقَالُوا لَهُ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَقَالَ وَهَلْ بِي جُنُونٌ
Dari 'Adiy bin Tsabit dari Sulaiman bin Shurad berkata; "Aku sedang duduk bersama Nabi SAW dan ada dua orang yang saling mencaci. Seorang diantaranya merah wajahnya dan urat lehernya menegang. Maka Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang bila diucapkan akan hilang apa yang sedang dialaminya. Seandainya dia mengatakan a'uudzu billahi minasy syaitan", (aku berlindung kepada Allah dari syaitan) ". Lalu ada sahabat mengatakan kepada orang tersebut kalimah itu; "Sesungguhnya Nabi SAW bersabda; "Berlindunglah kamu kepada Allah dari syaitan". Orang itu berkata: "Apakah aku sudah gila?". (HR Bukhari No: 3040) Status: Hadis Sahih
Pengajaran:
1. Pergaduhan dan pertengkaran sesama kita adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam.
2. Orang yang berbalah dan bertengkar akan saling caci mencaci sesama mereka
3. Orang yang sedang bertengkar akan mudah dikuasai oleh syaitan dan seperti orang gila yang hilang pertimbangan, sehingga apa yang dituturkan atau ditulis berupa cacian dan makian tanpa memikirkan baik dan buruk.
4. Orang yang sedang marah bukan hanya suaranya meninggi dan kasar malah wajahnya turut berubah menjadi merah dan uratnya menegang.
5. Rasulullah SAW mengajar agar dibaca kalimah istiazah yang jika dibaca akan terhindarkan dari syaitan dan kemarahan itu akan mengendur:
sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqid
Wahai Anakku, tinggalkanlah mira’ (mendebat karena ragu dan menentang, debat untuk menjatuhkan) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.”
No comments:
Post a Comment